Pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Garut tahun 2026 menunjukkan skala penyelenggaraan yang masif. Melalui data statistik kepesertaan yang dirilis secara daring, kita dapat mengukur sejauh mana antusiasme dan partisipasi sekolah-sekolah di berbagai wilayah dalam upaya melestarikan bahasa, sastra, dan seni Sunda.
Total Kepesertaan dan Demografi Gender Secara keseluruhan, FTBI 2026 jenjang SD ini sukses menjaring ratusan peserta dari berbagai daerah. Berikut adalah rincian demografi pesertanya:
-
Total Peserta: Kompetisi ini diikuti oleh total 510 siswa SD.
-
Keterwakilan Wilayah: Peserta berasal dari kontingen 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut.
-
Perbandingan Gender: Partisipasi peserta putri tercatat lebih banyak, yakni 263 siswi, dibandingkan dengan peserta putra yang berjumlah 247 siswa.
Pemetaan Partisipasi Berdasarkan Wilayah Kecamatan Data sebaran peserta memperlihatkan kesenjangan tingkat partisipasi antarwilayah, meskipun mayoritas kecamatan masuk dalam kategori "Partisipasi Tinggi".
-
Partisipasi Tinggi (10-14 Peserta): Sebanyak 32 kecamatan menunjukkan antusiasme maksimal dengan mengirimkan 14 peserta utuh (kuota penuh). Beberapa kecamatan tersebut antara lain Banjarwangi, Banyuresmi, Garut Kota, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, hingga Wanaraja. Selain itu, Kecamatan Cikelet (12 peserta) dan Singajaya (10 peserta) juga masuk dalam klasifikasi partisipasi tinggi.
-
Partisipasi Sedang (5-7 Peserta): Beberapa wilayah mencatat tingkat partisipasi menengah, yakni Kecamatan Caringin dan Pameungpeuk masing-masing 7 peserta, Cihurip 6 peserta, serta Cisewu dan Peundeuy yang masing-masing mengirimkan 5 peserta.
-
Partisipasi Rendah (Di bawah 5 Peserta): Terdapat tiga kecamatan dengan angka kepesertaan paling sedikit, yaitu Kecamatan Cibalong dan Cisompet dengan masing-masing 4 peserta, serta Kecamatan Talegong yang berada di urutan terbawah dengan hanya 2 peserta.
Tingkat Minat pada Mata Lomba Dari 7 kategori lomba yang dikompetisikan, distribusi peserta terpantau sangat merata, menunjukkan bahwa minat siswa terhadap berbagai cabang kesenian dan literasi Sunda cukup seimbang.
-
Lomba Nembang Pupuh menjadi primadona dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 76 peserta (37 putra, 39 putri).
-
Posisi kedua ditempati oleh tiga mata lomba yang sama-sama menjaring 75 peserta, yaitu Biantara (35 putra, 40 putri), Maca Sajak (35 putra, 40 putri), dan Ngadongéng (37 putra, 38 putri).
-
Lomba unjuk gigi komedi atau Ngabodor Sorangan diminati oleh 71 peserta (37 putra, 34 putri).
-
Lomba literasi Aksara Sunda diikuti oleh 70 peserta (33 putra, 37 putri).
-
Lomba Ngarang Carpon berada di posisi paling buncit secara kuantitas dengan 68 peserta (33 putra, 35 putri).
Secara keseluruhan, angka-angka ini mencerminkan keberhasilan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dalam menggerakkan ekosistem pendidikan dasar untuk berpartisipasi aktif dalam FTBI 2026. Tantangan ke depan adalah bagaimana mendorong wilayah-wilayah dengan status "Partisipasi Rendah" agar dapat mengirimkan lebih banyak perwakilannya di tahun-tahun mendatang.